Dari FYP ke Meja Pengambil Kebijakan
Dunia saat ini
tak lagi bisa terpisahkan oleh media sosial, saat hampir semua kegiatan
terekspos hingga tak lagi ada batasan antara ruang privat dan ruang publik.
Awalnya, media sosial hanya digunakan sebagai tempat mencari hiburan, namun
arahnya kini sungguh jauh berbeda. Berkat algoritma For You Page pada
media sosial, berbagai peristiwa yang terjadi jauh dari tempat kita kini dapat
dengan mudah kita saksikan.
Kini bukan hanya
kehidupan pribadi manusia, kebijakan politik pun tak terhindarkan oleh sentuhan
media sosial, kala viralitas sudah menjadi kunci diambilnya sebuah kebijakan
untuk menyelesaikan masalah birokrasi. Bukan lagi suara-suara yang terdengar di
jalanan, melainkan ramainya postingan keluhan masyarakat yang dibagikan.
Masyarakat kini memilih untuk menuangkan kreativitasnya demi menyampaikan
laporan yang sering kali diabaikan oleh pihak berwenang.
Bentuk
kreativitas pelaporan ini bahkan mencapai titik yang jauh lebih tak terduga,
saat tren pembuatan lagu menggunakan kecerdasan buatan ramai memenuhi beranda
publik. Tren yang awalnya diniatkan murni sebagai bentuk sarkasme terhadap isu
struktural di lapangan ini justru direspons dengan langkah tak biasa, kala
pemerintah yang dituju secara mengejutkan menyambutnya dengan gebrakan nyata
berupa operasi penertiban pelanggaran hukum secara masif.
Dari sudut
pandang kebijakan publik, langkah pemerintah ini membuka ruang analisis yang
lebih luas, saat penegakan aturan berskala besar justru dipicu oleh riuhnya
dunia maya, bukan murni dari agenda rutin pengawasan institusi. Gebrakan ini
pada akhirnya membawa potensi dampak yang jauh lebih besar di masa depan; entah
berujung pada reformasi sistemik yang berkelanjutan secara positif, atau
sekadar memunculkan preseden baru tentang penanganan yang bersifat reaktif.
Pada akhirnya,
jarak dari sebuah layar FYP menuju meja pengambil kebijakan kini semakin tipis.
Sindiran di ranah digital ternyata memiliki daya tekan yang patut
diperhitungkan. Langkah penindakan yang lahir dari fenomena viral ini tentu
menjadi catatan tersendiri bagi tata kelola negara. Namun, pengawasan
masyarakat harus tetap berjalan, agar penyelesaian masalah tidak hanya terjadi
kala sebuah isu sedang ramai diperbincangkan
*) Penulis merupakan Wakil Rektor I Kampus Gagasan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar